Selamat Datang Di Website Resmi Aswaja NU Center MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Lailatul Ijtima' NU Ranting Ngelo, TERBONGKARNYA KEBOHONGAN UST SALAFY WAHABI ATAS TUDUHAN TAHLIL BERASAL DARI HINDU
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

TERBONGKARNYA KEBOHONGAN UST SALAFY WAHABI ATAS TUDUHAN TAHLIL BERASAL DARI HINDU

Posted: Januari 14, 2015 in STOP MENUDUH BID'AH !!

BISMILLAHIRROMANIR ROHIM

Pada status ini aku ingin membuka mata semua orang dan membongkar kedustaan dan fitnah yang selama ini menuduh tahlilan berasal dari Hindu, aku membuktikan dengan mengecheck kitab weda langsung, ada 4 kitab veda/weda yang aku pegang baik yang berbahasa sanskerta maupun yang udah ditranslate ke dalam bahasa Inggris.

Kitab itu terdiri dari RIG VEDA/WEDA, ARTHA VEDA/WEDA, SAMHITA SAMA VEDA/WEDA, DAN YAJUR VEDA, selain itu aku memegang file pdf lainnya sebagai penunjang dan rujukan diantaranya mahayana upanishad , holy baghavatgita/bagawat gita.

Kelompok salafi wahabi menuduh TAHLILAN berasal dari hindu dengan dalil-dalil yang diambil dari kitab hindu , dan benarkah demikian ?? BAIKLAH mari kita buktikan , aku akan buktikan sendiri bahwa tuduhan itu adalah dusta dan teramat keji !!!

Terkait tuduhan mereka tentang perkara ini :

TUDUHAN & FITNAH KE-1

Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yang berbunyi : “Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu.”

JAWABAN & BANTAHAN :

Kitab manawa darma bukan kitab VEDA/WEDA, dan kalimat itu bukan dari kitab weda ataupun dalil dari ayat weda , melainkan kitab Sastera yang ditulis oleh salah satu pendeta Hindu yang dicetak dan diterbitkan pada tahun 1983,

Kalaulah kalimat tersebut dari kitab Weda maka bagaimana bunyi bahasa sanskertanya ?? Mana bukti scan kitab atau screenshoot kitab wedanya ???

sebagai bukti di INDIA yang notabenenya hampir sebagian besar beragama Hindu tidak mengetahui tentang hari, 1,3, 7, 40 sebab orang HINDU wafat tidak ada yang DIKUBUR melainkan DIBAKAR , selain itu di Maroko yang notabenenya beragama ISLAM dan tidak satupun beragama Hindu dan tidak pernah dijajah/diduduki Hindu sudah lebih dulu mempraktekkan dan membiasakan amaliah mendo’akan/tahlilan.

Sebenarnya kalimat “termashur” ini terjadi berkaitan dengan sejarah lampau, tatkala walisongo berhasil mengISLAMkan sebagian besar masyarakat NUSANTARA yang dulunya beragama HINDU, TAHLILAN yang merupakan mendo’akan saudara sesama muslim yang meninggal yang praktiknya berdasarkan dalil sebuah hadist mulai dijalankan para wali dan pengikutnya yang dulunya beragama HINDU, hal ini menarik minat sebagian masyarakat HINDU yang masih memegang kepercayaannya, kemudian sebagian masyarakat HINDU ini mulai meniru apa yang dilakukan para walisongo dan pengikutnya, walhasil hal itu menjadi kebiasaan dan tradisi yang populer dan mashur terkenal baik dikalangan UMMAT ISLAM maupun UMMAT HINDU, hanya saja ummat hindu menyebutnya dengan istilah “SELAMATAN/KENDURI”. Sebab sejak dahulu ummat hindu gemar melakukan perayaan dan pesta, sedangkan ummat ISLAM menyebutnya TAHLILAN atau takziah silaturrahim mendo’akan si ahli kubur

Karena masyarakat HINDU mulai banyak melakukan hal itu maka tercetuslah kalimat “Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu. ” dalam kitab sastera manawa dharma, kebiasaan Muslim yang ditiru ummat HINDU sendiri sudah menjadi populer dan termashur, dan ummat HINDU menganggap itu sebagai DHARMA atau kebaikan yang patut ditiru, jadi HINDU lah yang meniru ajaran/ tradisi ISLAM yang dibawakan dan didakwahkan para Wali, bukan ISLAM yang meniru ajaran HINDU.

***

TUDUHAN & FITNAH KE-2 :

Terkait tuduhan mereka tentang perkara ini :

Ketahuilah bahwa TIDAK AKAN PERNAH ANDA TEMUKAN DALIL DARI AL-QUR’AN & AS-SUNNAH/hadits shahih TENTANG PERINTAH MELAKUKAN SELAMATAN, bahkan hadits yang dhoif (lemah)pun tidak akan anda temukan ,akan tetapi kenyataan dan fakta membuktikan bahwa anda akan menemukan dalil/dasar selamatan,dkk, justru ada dalam kitab suci umat Hindu, COBA ANDA BACA SENDIRI DALIL DARI KITAB WEDHA (kitab suci umat hindu) DIBAWAH INI:

a. Anda buka kitab SAMAWEDHA halaman 373 ayat pertama, kurang lebih bunyinya dalam bahasa SANSEKERTA sebagai berikut: PRATYASMAHI BIBISATHE KUWI KWIWEWIBISHIBAHRA ARAM GAYAMAYA JENGI PETRISADA DWENENARA.

ANDA BELUM PUAS, BELUM YAKIN, ???

b. Anda buka lagi KITAB SAMAWEDHA SAMHITA BUKU SATU,BAGIAN SATU,HALAMAN 20. Bunyinya : PURWACIKA PRATAKA PRATAKA PRAMOREDYA RSI BARAWAJAH MEDANTITISUDI PURMURTI TAYURWANTARA MAWAEDA DEWATA AGNI CANDRA GAYATRI AYATNYA AGNA AYAHI WITHAIGRANO HAMYADITAHI LILTASTASI BARNESI AGNE.

Di paparkan dengan jelas pada ayat wedha diatas bahwa lakukanlah pengorbanan pada orang tuamu dan lakukanlah kirim do’a pada orang tuamu dihari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu (1000 harinya).

Dan dalil-dalil dari wedha selengkapnya silahkan anda bisa baca di dalam buku karya Abdul aziz (mantan pendeta hindu) berjudul “mualaf menggugat selamatan”, di paparkan TIDAK KURANG DARI 200 DALIL DARI “WEDHA” kitab suci umat hindu semua.

JAWABAN & BANTAHAN :

Baik mari kita buktikan dan kita periksa/check dan richeck , silakan anda klik link ini dan download kitab sama veda/weda Yang berbahasa sanskerta http://is1.mum.edu/vedicreserve/sama_veda.htm, Yang sudah ditranslate kedalam bahasa inggris http://www.ishwar.com/hinduism/holy_sama_veda/

1. Kitab sama veda/weda yang berbahasa sanskerta berjumlah tidak sampai 300 halaman , jumlah halaman mencapai 257 halaman, jadi mana mungkin ada halaman ke 373 (silakan anda lihat dan check kitab sama veda/weda berbahasa sanskerta yang telah anda download)

2. Kitab sama veda/weda terdiri dari 2 buku , adapun kalimat “PRATYASMAHI BIBISATHE KUWI KWIWEWIBISHIBAHRA ARAM GAYAMAYA JENGI PETRISADA DWENENARA” , kalimat ini tidak ada ditemukan dalam kitab sama veda/weda berbahasa sanskerta, kalaulah kalimat itu berasal dari bahasa sanskerta mengapa tidak ditranslate artinya ke dalam bahasa indonesia ?? atau minimal di translate ke dalam bahasa inggris ????

Artinya itu adalah kalimat rekayasa yang dibuat-buat

3. Pada buku satu chapter/bagian 1 ayat 1 dalam kitab sama veda/weda yang sudah ditranslate ke dalam bahasa inggris berbunyi :

“1. Come, Agni, praised with song, to feast and sacrificial offering: sit As Hotar on the holy grass!”

yang artinya ketika kami coba translate semampu kami

“1. Ayo datanglah agni, memuji dengan lagu , untuk pesta dan persembahan korban : duduk Sebagai Hotar di atas rumput suci !”

4. Pada kitab sama veda/weda buku satu chapter/bagian 1 ayat 1 sama sekali tidak berbunyi kalimat untuk melakukan pengorbanan untuk orang tua dan hadiahkan kirim do’a pada orang tua , dan tidak menyinggung tentang hari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu (1000 harinya) dan tidak menyinggung atau menyebutkan angka apapun

5. pada kitab sama veda/weda buku satu halaman 20, tidak ditemukan kalimat yang berbunyi :

“PURWACIKA PRATAKA PRATAKA PRAMOREDYA RSI BARAWAJAH MEDANTITISUDI PURMURTI TAYURWANTARA MAWAEDA DEWATA AGNI CANDRA GAYATRI AYATNYA AGNA AYAHI WITHAIGRANO HAMYADITAHI LILTASTASI BARNESI AGNE. ” , kalaulah kalimat itu berasal dari kitab sama veda/weda HINDU mengapa mereka tidak mentranslatenya? atau minimal mentranslatenya ke dalam bahasa inggris?? dan mengapa mereka tidak menunjukkan bukti scan kitab atau screenshootnya ???.

6. Pada kitab sama veda/weda buku satu bagian 1 halaman 20 didapati bunyi kalimat yang saya lampirkan dalam screenshoot berbahasa sanskerta dan yang sudah ditranslate berbahasa inggris, dan terbukti tidak ada satu butir ayat ataupun kalimat yang menyatakan kalimat untuk melakukan pengorbanan untuk orang tua dan hadiahkan kirim do’a pada orang tua , dan tidak menyinggung tentang hari pertama, ke tiga, ke tujuh, empat puluh, seratus, mendak pisan, mendhak pindho, nyewu(1000 harinya) dan tidak menyinggung atau menyebutkan angka apapun.

***

TUDUHAN & FITNAH KE-3 :

Terkait tuduhan mereka tentang TAHLILAN berdasarkan dalil ini :

Perintah penyembelihan hewan pada hari tersebut:

“Tuhan telah menciptakan hewan untuk upacara korban, upacara kurban telah diatur sedemikian rupa untuk kebaikan dunia.”

(kitab Panca Yadnya hal. 26, Bagawatgita hal. 5 no. 39).

JAWABAN & BANTAHAN :

Ketika aku memeriksa dan mengecheck langsung bagawatgita no. 39 yang sudah ditranslate ke dalam bahasa inggris maka didapati bunyi kalimatnya :

39 With the destruction of dynasty, the eternal family tradition is vanquished, and thus the rest of the family becomes involved in irreligion.

dan ketika kami mencoba menstranslatenya ke dalam bahasa indonesia, Artinya :

39. Dengan kehancuran dinasti, tradisi keluarga yang telah berakar hilang, dan dengan demikian seluruh keluarga terpengaruh dalam irreligion (keluar dari agama)

Maka berdasarkan bunyi kalimat bagawatgita no. 39 dapat diketahui ayat/dalil tersebut tidak menceritakan tentang penyembelihan hewan kurban melainkan tentang hancurnya dinasti kerajaan yang diturunkan turun temurun dimana keluarga dinasti tersebut beserta pengikutnya telah terpengaruh irreligion (keluar dari agama)

Jika kita kaitkan maka kita akan teringat hadist NABI SAW tentang orang – orang yang keluar dari agamanya tanpa sadar sebagaimana melesatnya anak panah dari busur , orang-orang ini adalah yang terpengaruh faham dinasti kerajaan yang telah menghancurkan ke KHALIFAHAN ISLAM dulunya.

***

TUDUHAN & FITNAH KE-3 :

Terkait tuduhan dan fitnah mereka tentang ini :

2.Dalil selamatan (kenduri/kenduren):

Sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymaya jekmayipatsiyad aduweni narah”. “Antarkanlah sesembahan itu pada Tuhanmu Yang Maha Mengetahui”. Yang gunanya untuk menjauhkan kesialan”

(kitab sama weda hal. 373 no.10).

JAWABAN & BANTAHAN :

Seperti yang saya jelaskan dan sebutkan diatas Kitab sama veda/weda yang berbahasa sanskerta berjumlah tidak sampai 300 halaman , jumlah halaman mencapai 257 halaman, jadi mana mungkin ada halaman ke 373 , jika yang dimaksud kitab sama weda buku satu chapter/bagian satu no. 10 maka didapati bunyi ayat/kalimatnya yang sudah ditranslate ke dalam berbahasa Inggris berbunyi :

10. O Agni, bring us radiant light to be our mighty succour, for Thou art our visible deity!

Ketika kami mencoba menstranlatenya semampu kami maka didapati, artinya :

10. O Agni, membawa kita cahaya bersinar menjadi bantuan perkasa kami, untuk Engkau Tuhan kami terlihat!

Jadi jelas kalimat “Sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymaya jekmayipatsiyad aduweni narah”. adalah dalil/ayat yang dibuat-buat dan direkayasa !!!

saya mencoba meneliti dan menyelidiki kalimat ““Antarkanlah sesembahan itu pada Tuhanmu Yang Maha Mengetahui” darimanakah kalimat ini berasal dan setiap kali saya berulang-ulang memikirkan kalimat itu saya merasa tidak asing dengan kalimat itu , lalu tiba-tiba saya teringat kisah NABI ADAM A.S yang hendak menikahkan kedua putranya Habil dan Qabil dengan cara pernikahan silang, Qabil yang merasa tidak terima keputusan ayahnya yang dinilai tidak adil akhirnya mengajukan keberatannya dan menganggap keputusan NABI ADAM A.S bukan semata-mata atas petunjuk ALLAH melainkan karena lebih sayangnya NABI ADAM A S dengan HABIL, akhirnya NABI ADAM A.S menyuruh kedua putranya untuk mempersiapkan QURBAN (persembahan) agar ALLAH SWT yang maha mengetahui memberikan keputusan kepada mereka berdua, setelah keduanya mempersiapkan qurban/sesembahan masing-masing maka berkatalah NABI ADAM A.S kepada kedua putranya “antarkanlah qurban/sesembahan itu pada TUHAN YANG MAHA MENGETAHUI” , lalu kemudian qurban/sesembahan itu ditaruh dan ditempatkan di atas bukit/gunung (tempat yang tinggi) , HABIL yang baik hati mempersembahkan qurban yang terbaik maka qurbannya yang diterima oleh ALLAH SWT , sedangkan qabil yang berhati buruk dan busuk mempersembahkan yang buruk-buruk dan busuk tak diterima qurbannya oleh ALLAHU SWT, bahkan tak satu ekor binatang pun mau mendekati untuk mau memakan qurbannya qabil akibatnya qurban yang busuk itu semakin membusuk, berbeda dengan Habil dimana qurban persembahannya di dekati dan dimakan oleh hewan-hewan yang berada disana.

ASTAGHFIRULLAH AL ADZIM … ternyata benar dugaan ku setelah aku check kisah NABI ADAM A.S , HABIL dan QABIL … ini sungguh fitnah dan tuduhan yang keji !!! SALAFI WAHABI telah bersekongkol dengan si Abdul azis (mantan Hindu [bukan pendeta Hindu] pengangguran tamatan STM) , zionis , murtadin dan para kafirun untuk bersekongkol dengan menyebarkan FITNAH dengan menuduh ucapan NABI ADAM A.S sebagai ayat/dalil weda ??? mereka sanggup memfitnah NABI ADAM A.S yang adalah bapak moyang manusia ?? sungguh keji FITNAH mereka, FITNAH mereka telah membuat IBLIS tertawa , karena jelas-jelas IBLIS sangat membenci NABI ADAM A.S, tak disangka mereka SALAFI WAHABI telah mengamini agenda IBLIS dan para kaum DAJJALIS untuk memfitnah NABI ADAM A.S , mereka ubah ucapan NABI ADAM A.S kedalam bahasa sanskerta agar dikira kalimat itu berasal dari ayat kitab weda !!! NAUDZUBILLAH TSUMMA NAUDZUBILLAH !!!.

******

Nb : silakan copas dan share, sebarkan dan print kalau perlu share ke situs , fanspage, group, dan blog-blog salafi wahabi !!!

saya telah menghabiskan waktu dan pikiran saya untuk meneliti dan mengkaji ini, jangan sia-siakan dan abaikan status ini

BERTAUBATLAH DAN MINTA MAAF LAH WAHAI ORANG-ORANG YANG MENUDUH DAN MEMFITNAH TAHLILAN DARI HINDU, SEBELUM AKU TUNTUT KALIAN DI DUNIA DAN AKHIRAT !!! INGAT LAH, SATU BUKTI DAN FAKTA MAMPU MERUNTUHKAN SEKEDAR DALIL, ALASAN, MAUPUN ARGUMEN !! BUKTI JAUH LEBIH KUAT KETIMBANG ALIBI DAN OPINI ATAUPUN DALIL !!!

Source: Jefrry Nofendi ( dg sedikit revisi)

Di nuqil oleh Kang Badruns dari https://generasisalaf.wordpress.com/2015/01/14/terbongkarnya-kebohongan-ust-salafy-wahabi-atas-tuduhan-tahli-berasal-dari-hindu/

Share:

Penjelasan tentang Tasyabbuh yang Benar

Penjelasan tentang Tasyabbuh yang Benar


Muslimedianews.com ~ Sebagian orang yang baru belajar agama,
menyalahkan umat Islam yang menjalankan beberapa tradisi Islami
Nusantara, dengan alasan tradisi tersebut menyerupai atau tasyabbuh dengan orang-orang Hindu, seperti selamatan Tahlilan 7 hari, selamatan Tingkepan kehamilan dan lain sebagainya. Orang tersebut tidak tahu, bahwa tasyabbuh yang diharamkan dalam agama itu syaratnya ada dua;
Pertama, perbuatan tersebut harus perbuatan tercela dalam kacamata agama Kedua, orang yang melakukan memang hanya bertujuan tasyabbuh Apabila kedua syarat tersebut, tidak terpenuhi, maka tasyabbuh nya tidak diharamkan dalam agama kita. Al-Imam Ibnu Nujaim al-Hanafi rahimahullaah berkata:
ﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﺘﺸﺒﻪ ﺑﺄﻫﻞ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻻ ﻳﻜﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﻭﺇﻧﺎ ﻧﺄﻛﻞ ﻭﻧﺸﺮﺏ ﻛﻤﺎ ﻳﻔﻌﻠﻮﻥ ﻭﺇﻧﻤﺎ
ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ ﻫﻮ ﺍﻟﺘﺸﺒﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﺬﻣﻮﻣﺎ ﻭﻓﻴﻤﺎ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻪ ﺍﻟﺘﺸﺒﻪ
Ketahuilah, bahwa menyerupai Ahlul-Kitab (Yahudi-Nasrani) tidak
dimakruhkan dalam setiap macam tasyabbuh. Kita makan dan minum seperti mereka lakukan. Tasyabbuh yang haram itu, dalam perbuatan yang memang tercela, dan perbuatan yang memang bertujuan tasyabbuh dengan mereka. (Al-Imam Ibnu Nujaim al-Hanbali, al-Bahr al-Raiq Syarh Kanz al-Daqaiq, juz 2 hlm 11).
Orang yang Tahlilan, tidak ada yang bertujuan tasyabbuh dengan Hindu. Lagi pula, orang Hindu dijamin tidak ada yang Tahlilan. Demikian pula tradisi-tradisi yang lain.
Di kalangan ulama Wahabi, banyak juga yang menyandang gelar doctor,
magister dan lain-lain. Gelar-gelar tersebut asalnya dari Barat, Nasrani-
Yahudi. Tapi berhubung, itu adalah gelar keilmuan yang tidak tercela, dan memang tidak dimaksudkan tasyabbuh dengan mereka, maka hukumnya tidak makruh dan tidak haram. Bukankah begitu wahai kaum?
Apakah dua syarat di atas ada dalilnya? Jelas ada. Di mana? Dalam kitab-kitab hadits.
Oleh : Ustadz Muhammad Idrus Ramli

Share:

DALIL QIYAS DALAM IBADAH

Oleh: Muhammad Idrus Ramli

WAHABI: “Mengapa Anda banyak melakukan ibadah hasil teori Qiyas?”

SUNNI: “Memangnya kenapa, kalau sebagian ibadah yang kami lakukan berdasarkan dalil Qiyas?”

WAHABI: “Ya jelas sesat, karena dalam kaedah fiqih dijelaskan:

Share:

Karena Buku "Surat Yasin" Saya Tahu Ust Yazid Jawas


Saya tidak kenal beliau secara personal. Namun sekitar tahun 2010 ada jemaah beliau di Surabaya yang menyodorkan Buku karya Ust Yazid Jawas, Buku tentang Hadis-Hadis Surat Yasin. Awal membaca buku ini darah saya terasa 'serr serr serr' karena apa yang saya amalkan salah semua, menurut pandangan beliau.


Saya tidak serta merta menolak isi buku tersebut. Juga tidak merasa diri saya harus keluar dari amaliah yang saya jalani sejak di Pondok. Tapi saya cek satu persatu hadisnya di beberapa kitab Takhrij. Rupanya Ust Yazid Jawas hanya mengambil pendapat dari Al Hafidz Ibnu Jauzi dan Syekh Albani. Sementara penilaian hadis dari ulama lain tidak beliau sebutkan.


Karena beliau sudah wafat maka pendapat beliau sudah menjadi ketetapan dan tidak akan diralat. Suatu saat jika anda membaca buku tersebut saya berikan di sini pendapat penyeimbang. 


1. Menurut Al Hafidz Ibnu Katsir


عن أبي ﻫﺮﻳﺮﺓ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: "ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﻳﺲ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺃﺻﺒﺢ ﻣﻐﻔﻮﺭا ﻟﻪ. ﺇﺳﻨﺎﺩ ﺟﻴﺪ.

 

Hadis "Barangsiapa membaca Yasin di malam Jumat maka Allah memberi ampunan baginya" HR Abu Ya'la 


Ibnu Katsir berkata: "Sanadnya bagus." Padahal di dalamnya ada perawi Hisyam bin Ziyad yang dinilai Daif. Hadis Surat Yasin ditulis di awal permulaan Surat Yasin di Tafsir Ibnu Katsir. 


2. Menurut Syekh Syaukani


حَدِيْثُ مَنْ قَرَأَ يس اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ رَوَاهُ الْبَيْهَقِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَرْفُوْعًا وَإِسْنَادُهُ عَلَى شَرْطِ الصَّحِيْحِ وَأَخْرَجَهُ أَبُوْ نُعَيْمٍ وَأَخْرَجَهُ الْخَطِيْبُ فَلاَ وَجْهَ لِذِكْرِهِ فِي كُتُبِ الْمَوْضُوْعَاتِ


Hadis yang berbunyi: "Barangsiapa membaca Surat Yasin seraya mengharap rida Allah, maka ia diampuni" diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Abu Hurairah secara marfu', sanadnya sesuai kriteria hadis sahih. Juga diriwayatkan oleh Abu Nuaim dan Khatib (al-Baghdadi). Maka tidak ada jalan untuk mencantumkannya dalam kitab-kitab hadis palsu!" (al-Fawaid al-Majmu'ah I/302)

 

3. Menurut Syekh Mulla Al-Qari


Saya lupa ada berapa hadis yang beliau cantumkan di buku tersebut. Ada yang dituduh sebagai hadis palsu dan kebanyakan adalah Daif. Bagi saya justru Ust Yazid berhasil mengumpulkan hadis-hadis Surat Yasin menunjukkan banyaknya riwayat keutamaan Surat Yasin, seperti yang dijelaskan ulama berikut:


ﻭﺑﺎﻷﺣﺎﺩﻳﺚ اﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺓ، ﻭﻫﻲ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺿﻌﻴﻔﺔ ﻓﻤﺠﻤﻮﻋﻬﺎ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻟﺬﻟﻚ ﺃﺻﻼ، ﻭﺃﻥ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﺎ ﺯاﻟﻮا ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﺼﺮ ﻭﻋﺼﺮ ﻳﺠﺘﻤﻌﻮﻥ ﻭﻳﻘﺮءﻭﻥ ﻟﻤﻮﺗﺎﻫﻢ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻧﻜﻴﺮ، ﻓﻜﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺇﺟﻤﺎﻋﺎ، ﺫﻛﺮ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ اﻟﺤﺎﻓﻆ ﺷﻤﺲ اﻟﺪﻳﻦ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻮاﺣﺪ اﻟﻤﻘﺪﺳﻲ اﻟﺤﻨﺒﻠﻲ ﻓﻲ ﺟﺰء ﺃﻟﻔﻪ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ


"Dengan hadis-hadis yang telah disebutkan tentang Yasin, meskipun dlaif, namun secara akumulatif memiliki dalil dasar. Dan umat Islam di setiap kota dan masa selalu berkumpul dan membaca Qur'an untuk orang yang sudah wafat diantara mereka tanpa ada pengingkaran. Maka hal itu adalah konsensus. Semua disampaikan oleh Al Hafizh Al Maqdisi Al Hanbali dalam kitab khusus seputar masalah ini" (Mirqatul Mafatih 5/465)


Saya masih menganggap Ustaz Yazid Jawas dan lainnya sebagai Ahlul Qiblat, ketika wafat tetap dianjurkan untuk didoakan, walaupun beliau berbeda pandangan dengan ulama kami tentang akidah, fikih dan lainnya. 


Di status sebelumnya sudah saya doakan. Tapi tidak saya bacakan Yasin untuk beliau karena beliau menilai bidah.

Share:

WAWASAN Ke-NU-an Bagi Warga NU



NU singkatan dari apa?

Nahdlatul 'Ulama.


Nahdlah artinya apa? 

Kebangkitan.


'Ulama artinya apa? 

Orang yang pintar memiliki ilmu agama dan mampu mengamalkannya.


Siapakah yang paling takut kepada Allah dan pewaris para nabi? 

'Ulama.


Kapan Organisasi NU didirikan?

Tgl 31 Januari 1926 / 16 Rajab 1344 H.


Di daerah mana NU didirikan?

Di Surabaya.


Siapa ketua Syuriah PBNU yang pertama? 

Hadhrotusy Syaikh KH.M. Hasyim Asy'ari dari Kabupaten Jombang.


Siapa ketua Tanfidziyah PBNU yang pertama? 

H. Hasan Gipo dari Surabaya.


Apa tujuan didirikannya organisasi NU? 

Untuk melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunah waljamaah dengan menganut salah satu dari empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hambali).


Apa saja Struktur Organisasi NU?

a. PBNU : Pengurus Besar Nahdlatul ulama, untuk tingkat pusat.

b. PWNU : Pengurus Wilayah Nahdlatul ulama , untuk tingkat Provinsi

c. PCNU : Pengurus cabang Nahdlatul ulama , untuk tingkat kabupaten/kota.

d. PCI NU : Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul ulama, untuk Luar Negeri.

e. MWC NU : Majelis Wakil Cabang Nahdlatul ulama, untuk tingkat kecamatan.

f. RANTING NU : Untuk tingkat kelurahan/Desa.


Apa saja Struktur Lembaga Kepengurusan NU?

a. Musytasyar (penasehat)

b. Syuriyah (Pimpinan tertinggi) terdiri dari :

 - Rais Aam 

 - Wakil Rais Aam

 - Beberapa Rais

 - Katib Aam

 - Beberapa Wakil Katib 

 - A'wan.


c. Tanfidziyah (Pelaksana) terdiri dari :

- Ketua Umum

- Beberapa Ketua

- Sekretaris Jenderal 

- Beberapa Wakil Sekjen

- Bendahara

- Beberapa Wakil Bendahara


Dalam menjalankan Programnya, NU mempunyai tiga perangkat organisasi :

1. BADAN OTONOM

2. LAJNAH

3. LEMBAGA 


Badan Otonom/Banom NU adalah?

Banom adalah Perangkat organisasi yang berfungsi melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.


NU mempunyai 10 Banom, yaitu :


a. Jam'iyah Ahli Thariqoh Al-mu'tabaroh An-nahdliyah

b. Jam'iyah Qurro Wal-huffadz ( JQH )

c. Muslimat

d. Fatayat

e. Gerakan pemuda Ansor /GP Ansor

f. IPNU : ikatan Pelajar Nahdlatul ulama

g. IPPNU : Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ulama

h. ISNU : ikatan sarjana Nahdlatul ulama

i. SARBUMUSI : Sarikat Buruh Muslimin Indonesia

j. Pagar Nusa.


Apa itu LAJNAH?

Lajnah adalah perangkat organisasi untuk melaksanakan program yang memerlukan penanganan khusus.


NU mempunyai dua Lajnah :

a. LAJNAH FALAKIYAH : Bertugas mengurus masalah hisab dan rukyah serta pengembangan ilmu Falak.

b. LAJNAH TA'LIF WAN NASYR :

Bertugas mengembangkan penulisan , penerjemahan dan penerbitan kitab/buku ,serta media informasi menurut faham Ahli Sunnah waljamaah.


Apa itu LEMBAGA NU?

Perangkat departementasi organisasi yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan , berkaitan dengan suatu bidang tertentu.


NU mempunyai 14 Lembaga :

a. LDNU : Lembaga Dakwah

b. LPMNU : Lembaga Pendidikan Ma'arif

C. RMI : Robithoh Ma'ahid Al-Islamiyah, melaksanakan di bidang pengembangan pondok pesantren.

D. LPNU : Lembaga Perekonomian Warga NU.

e. LP2NU : Lembaga Pengembangan Pertanian, lingkungan hidup dan kelautan.

F. LKKNU : Lembaga kemaslahatan keluarga.

G. LAKPESDAM : Lembaga kajian dan pengembangan sumber daya manusia.

H. LPBHNU. : Lembaga penyuluhan dan Bantuan hukum.

I. LESBUMI : Lembaga seniman budayawan Muslimin Indonesia

j. LAZISNU : Lembaga Amil Zakat infaq dan shodaqoh.

K. LWPNU : Lembaga Waqof dan Pertanahan, bangunan.

l. LBM : Lembaga Bahsul Masail.

M. LTMI : Lembaga Ta'mir Masjid Indonesia.

n. LPKNU : Lembaga Pelayanan Kesehatan.


Keanggotaan NU berdasarkan survei LSI pada tahun 2004, anggota NU tersebar di :

- 30 Pengurus Wilayah PWNU.

- 339 Pengurus Cabang PCNU

- 2.630 MWC

- 37.125 Ranting 

- 12 PCI di Luar Negeri


Garis-garis besar Pemikiran NU.

1. NU mendasarkan keagamaannya kepada sumber ajaran Islam yaitu : Al-Qur'an, As-sunnah, Al-ijma' (kesepakatan Para sahabat dan Ulama), Al-qiyas(analogi).

2. NU mengikuti paham Ahli Sunnah waljamaah dan menggunakan jalan pendekatan Madzhab yaitu :

a. DALAM BIDANG AQIDAH, NU mengikuti faham Imam Abul Hasan Al-asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-maturidi.

b. DALAM BIDANG FIQIH, NU mengikuti Imam Abu Hanifah an-nu'man , Imam Malik bin Anas , Imam Muhammad bin Idris As-syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal.

c. DALAM BIDANG TASAWUF : NU mengikuti Imam Junaedi al-Baghdadi , Imam Al-Ghazali dan Imam-imam lain.


Sikap Kemasyarakatan NU :

Ada tiga Pendekatan kemasyarakatan NU :

1. TAWASSUT dan I'TIDAL : yaitu sikap moderat yang berpijak pada prinsip keadilan serta berusaha menghindari segala bentuk pendekatan dengan Tathoruf (ekstrim).

2. TASAMMUH : yaitu Sikap toleran yang berintikan penghargaan terhadap perbedaan pandangan dan kemajemukan identitas budaya masyarakat.

3. TAWAZUN : yaitu sikap seimbang dalam berkhidmat demi terciptanya keserasian hubungan antara sesama umat manusia dan antara manusia dengan Allah ta'ala.


Ada yang bilang bahwa NU itu sebagai pelopor kelompok Islam moderat, apa alasannya?

- karena Dakwah NU seperti model Wali songo.

- karena kehadiran NU bisa diterima oleh semua kelompok masyarakat.

- karena NU sering berperan sebagai perekat bangsa.


Editor: CyberMWCNU

Share:

Bermadzhablah sesuai madzhab penduduk daerahmu

تمذهب بمذهب أهل بلدك
Bermadzhablah sesuai madzhab penduduk daerahmu

------

جاء رجل إلى الإمام القاضي أبي يعلى الحنبلي رحمه الله؛ ليدرس عليه الفقه الحنبلي، فسأله عن بلده، وعرف أن أهل بلده شافعية، فرفض تدريسه.

Seorang laki-laki datang kepada al-Imam al-Qadhi Abu Ya'la al-Hanbali rahimahullah, untuk belajar fiqih Hanbali kepada beliau. Lalu ia menanyakan negeri asalnya. Setelah beliau tahu bahwa penduduk negerinya bermadzhab Syafi'i, beliau menolak untuk mengajarnya. 

 وقال: أنت شافعيٌّ، وأهل بلدك شافعيّة، فكيف تشتغل بمذهب أحمد؟!

Beliau berkata: Anda bermadzhab Syafi'i, penduduk negerimu juga bermadzhab Syafi'i, lalu kenapa Anda akan mempelajari mazhab Ahmad?

قال: قد أحببته لأجلك! 

Ia menjawab: Aku senang mazhab Ahmad karena engkau

فقال: يا ولدي ما هو مصلحة!! تبقى وحدك في بلدك ما لك من تذاكره، ولا تذكر له درسا، وتقع بينكم خصومات، وأنت وحيد لا يطيب عيشك.

Abu Ya'la berkata: Wahai anakku, itu tidak baik. Kamu akan sendirian di negerimu tanpa ada teman diskusi dan mengingatkan pelajaranmu. Lalu akan terjadi konflik antara kalian. Kamu sendirian, hidupmu tidak akan tenang.

فقال: إنّما أحببته وطلبته لما ظهر من دينك وعلمك!

Ia berkata: Aku senang mazhab Hanbali dan akan mempelajarinya karena tertarik kepribadian Anda dalam hal agama dan ilmu pengetahuan.

قال: أنا أدلّك على من هو خيرٌ منّي! الشّيخ أبو إسحاق.

Abu Ya'la berkata: Aku akan menunjukkanmu pada seseorang yang lebih baik dariku, yaitu Syaikh Abu Ishaq.

فقال: يا سيدي؛ إنّي لا أعرفه.

Ia berkata: Tuan, aku tidak mengenalnya.

 فقال: أنا أمضي معك إليه.

Beliau berkata: Aku akan mengantarkanmu kepada beliau.

فقام معه وحمله إليه، فخرج الشيخ أبو إسحق إليه، واحترمه وعظمه وبالغ".

Lalu ia berdiri dan mengantarkan pelajar itu kepada Syaikh Abu Ishaq. Syaikh Abu Ishaq keluar keluar menemui sambil menghormati dan mengagungkan Abu Ya'la dengan luar biasa.

 تاريخ الإسلام للذهبي 10/383

Sumber: al-Dzahabi dalam Tarikh al-Islam, juz 10 hlm 383. 

Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas.
Share:

Lailatul Ijtima' NU Ranting Ngelo

Ngaji Rutin Lailatul Ijtima’ NU Ranting Ngelo, 10 Jan 2022

Kitab tangkihul Qoul

Oleh: De Badruns (Katib MWCNU Margomulyo)

Link Vidio Kajian

وقال صلى الله عليه وسلم من انتقل ليتعلم علما غفر لق قحل ن يخطو

 

)وقال صلى الله عليه وسلم: من انتقل( أي تحول ماشيا أو راكبا من محل إلى محل آخر

Rosululloh SAW bersabda " barang siapa berpindah tempat ( dari satu tempat ke tempat yang lainnya )

 

)ليتعلم علما( من العلوم الشرعية )غفر له( أي ما تقدم من ذنبه الصغائر

Dengan tujuan belajar ilmu ilmu syari'at maka diampuni dosa-dosanya ( dosa-dosa kecil/sogho'ir).

 

Karena kalau dosa besar butuh taubat tersendiri dan dosa yang berhubungan dengan hak orang lain/ hak adamy harus melunasi tanggungan dosa itu kepada yang berhak ).

 

)قبل أن يخطو( أي خطوة من موضعه إذا أراد بذلك وجه الله تعالى رواه الشيرازي عن عائشة.

Dosa yang telah lewat di ampuni oleh Allah sebelum dia melangkah dari tempatnya, Hadist ini kembali lagi tergantung kepada niat dari orang yang mencari ilmu tersebut, yaitu hanya ketika niatnya adalah untuk mencari ridlo dari Allah SWT.

 

hadist di riwayatkan oleh imam Assyairozi dari A'isyah R.A

 

Lain lagi ketika dia mencari ilmu walaupun ilmu-ilmu agama dengan niatan agar menjadi orang yang di hormati,di segani agar mempunyai pengaruh dan mempengaruhi orang lain, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali apa yang di niatkan.

 

 

 

Share:

TAHLILAN, YASINAN, MAULID DAN DZIKIR BERSAMA


WAHABI: “Mengapa sih kaum Anda selalu mengadakan acara Tahlilan, Yasinan dan aneka ragam dzikir bersama?”

SUNNI: “Memangnya kenapa kalau golongan kami yang merupakan mayoritas umat Islam, mengadakan acara-acara tersebut? Apakah ada dalil syar’iy yang secara khusus melarang dalam al-Qur’an dan hadits secara shorih (tegas)?”

WAHABI: “Ya itu kan amalan bid’ah. Masalah dalil syar’iy yang secara khusus melarang, ya jelas tidak ada. Tapi kan bid’ah.”

SUNNI: “Kamu ini lucu. Mengatakan amalan tersebut bid’ah, tapi tidak ada dalil khusus yang melarang. Berarti larangan kamu yang bid’ah. Justru amalan seperti ini dianjurkan oleh para ulama, termasuk oleh Syaikh Ibnu Taimiyah dalam banyak fatwa-fatwa beliau.”

WAHABI: “Maaf, kami walaupun Wahabi tidak mengikuti semua fatwa Syaikh Ibnu Taimiyah. Kami mengikuti fatwa yang lebih baru.”

SUNNI: “Kalau al-Syaukani menurut kamu bagaimana?”

WAHABI: “Imam al-Syaukani menurut kami jelas ulama hebat. Walaupun beliau pengikut Syiah Zaidiyah, yang masuk dalam golongan sesat, tapi pandangan-pandangannya banyak diadopsi oleh guru-guru kami yang ada di Wahabi maupun di Majelis Tarjih Muhammadiyah.

Apalagi kitab beliau Nail al-Authar, jadi rujukan mereka. Syaikh Albani dan Syaikh Ibnu Baz juga sangat mengagumi beliau.”

SUNNI: “Kamu ini lucu, ngaku anti Syiah, dan menyesatkan Syiah Zaidiyah, tapi mengadopsi banyak pendapat ulama mereka.

Kamu tahu, al-Syaukani membolehkan dan menganjurkan dzikir bersama seperti Yasinan, Maulid dan Tahlilan, dalam fatwanya.”

WAHABI: “Owh, masak begitu. Coba perlihatkan, bagaimana fatwa beliau?”

SUNNI: “Al-Syaukani berkata dalam fatwanya:

السؤال الخامس: حاصله الاستفهام عن الأعراف الجارية في بعض البلدان من الاجتماع في المساجد لتلاوة القرآن على الأموات، وكذلك في البيوت، وسائر الاجتماعات التي لم ترد في الشريعة، هل يجوز ذلك أم لا؟.

Soal Kelima: Kesimpulan soal, pertanyaan tentang tradisi-tradisi yang berlangsung di sebagian negeri berupa perkumpulan di Masjid-masjid untuk membaca al-Qur’an bagi orang-orang yang sudah meninggal.

Demikian pula perkumpulan di rumah-rumah, dan perkumpulan-perkumpulan lain yang tidak datang dalam syari’at. Apakah hal tersebut boleh atau tidak?

أقول: لا شك أن هذه الاجتماعات المبتدعة إن كانت خالية عن معصية سليمة من المنكرات فهي جائزة، لأن الاجتماع ليس بمحرم في نفسه ، لا سيما إذا كان لتحصيل طاعة كالتلاوة ونحوها. ولا يقدح في ذلك كون تلك التلاوة مجعولة للميت، فقد ورد جنس التلاوة من الجماعة المجتمعين كما في حديث: ” اقرأوا على موتاكم يس ” وهو حديث حسن ، فلا فرق بين تلاوة يس من الجماعة الحاضرين عند الميت أو على قبره، وبين تلاوة جميع القرآن أو بعضه لميت في مسجده أو بيته.

Aku berkata: “Tidak diragukan lagi bahwa perkumpulan-perkumpulan yang diada-adakan ini, apabila bersih dari kemaksiatan, selamat dari kemungkaran, maka hukumnya boleh.

Karena perkumpulan itu tidak diharamkan sebab perkumpulannya itu. Lebih-lebih apabila perkumpulan tersebut untuk melaksanakan ibadah seperti membaca al-Qur’an dan sesamanya (dzikir dan Tahlilan).

Perkumpulan tersebut juga tidak dapat dicela karena bacaan al-Qur’an nya dihadiahkan bagi orang yang sudah meninggal.

Karena jenis bacaan al-Qur’an dari jamaah yang berkumpul benar-benar telah datang seperti dalam hadits, “Bacakanlah surah Yasin bagi orang-orang meninggal kalian”.

Hadits ini adalah hadits hasan. Jadi tidak ada bedanya antara membaca surat Yasin, dari jamaah yang hadir di sisi si mati, atau di atas makamnya, dan antara membaca seluruh al-Qur’an atau sebagian bagi si mati, di Masjid nya atau di rumahnya.

وبالجملة فالاجتماعات العرفية التي لم يرد جنسها في الشريعة إن كانت لا تخلو عن منكر فلا يجوز حضورها، ولا يحل تطييب نفس الجار بحضور مواقف المنكرات والمعاصي وإن كانت خالية عن ذلك، وليس فيها إلا مجرد التحدث بما هو مباح، فهذا لا نسلم أنه لم يرد جنسه في الشريعة المطهرة، فقد كان الصحابة الراشدون يجتمعون في بيوتهم ومساجدهم، وعند نبيهم – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ويتناشدون الأشعار، ويتذاكرون الأخبار، ويأكلون ويشربون، فمن زعم أن الاجتماع الخالي عن الحرام بدعة فقد أخطأ، فإن البدعة هي التي تبتدع في الدين، وليس هذا من ذاك.

Kesimpulannya, perkumpulan-perkumpulan tradisional yang jenisnya tidak datang di dalam syariat, apabila tidak bersih dari kemungkaran, maka tidak boleh menghadirinya.

Tidak boleh menyenangkan hati tetangga dengan menghadiri tempat-tempat kemungkaran dan kemaksiatan.

Apabila perkumpulan tersebut bersih dari hal itu, dan isinya hanya sekedar membicarakan hal-hal yang dibolehkan, maka hal ini kami tidak menerima jika dikatakan bahwa jenis perkumpulan tersebut tidak terdapat di dalam syariat yang suci.

Karena para sahabat yang memperoleh petunjuk selalu mengadakan perkumpulan di rumah-rumah dan masjid-masjid mereka, dan di sisi Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mereka saling menembangkan syair (persis maulidan), saling mengingatkan berita-berita, mereka makan dan minum di situ.

Siapa yang berasumsi bahwa perkumpulan yang bersih dari haram itu bid’ah, maka ia telah benar-benar keliru.

Karena bid’ah itu sesuatu yang diada-adakan dalam agama. Sedangkan perkumpulan (Yasinan, Hataman, Tahlilan dan semacamnya) ini bukan termasuk bid’ah tersebut.”

(Al-Fath al-Rabbani min Fatawa al-Imam al-Syaukani, juz 9 halaman 4502)

WAHABI: “Aneh juga ya. Ternyata Imam al-Syaukani rahimahullah membolehkan acara-acara Yasinan, Maulid, Tahlilan dan semacamnya.”

SUNNI: “Apanya yang aneh? Kan yang melarang acara-acara tersebut, kaum wahabi modern.

Kalau para ulama sebelum berkembangnya aliran Wahabi, tidak ada yang melarang atau membid’ahkan acara seperti di atas.”

WAHABI: “Owh iya ya. Memang ajaran kami banyak yang baru. Ajaran kami kaum Wahabi banyak yang bid’ah. Maklum mencari identitas.”

Editor: #dbc

 

Share: